Tak mampu disembunyikan bagaimana permasalahan sosial ini beredar di kalangan masyarakat.
Mudahnya berkomunikasi melalui internet yakni "chatting" atau "milis" menjadi bisnis prostitusi modern dan berkelas.
Menggunakan media website pun perdagangan wanita marak dijumpai. Foto pun dipasang hanya untuk dijadikan katalog perdagangan. Begitu marak situs prostitusi melalui internet,sehingga media komunikasi ini disalah artikan dan berdampak negatif bagi generasi muda Indonesia.
Tujuan terbentuknya website dan blog untuk berbagi berita,tulisan,dan personal dalam arti positif. Namun sungguh ironis, bahwa media ini turut pula membantu prostitusi online.
Walau ada pengawasan dan usaha preventif,berupa pemblokiran,tetap situs semacam ini bermunculan bak matì satu tumbuh seribu.
Menurut saya,situs seperti ini dapat dimaklumi. Hanya yang penting adalah moral dan karakter manusia,jika mampu mengendalikan dan mawas diri,situs prostitusi semacam ini hanya sekedar situs tanpa peminat. Namun peran serta berbagai pihak pun penting,jika menggunakan internet, hanya untuk kegiatan positif. Hargailah bangsa dan bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan negatif apapun bentuknya. Para pendahulu bangsa,pemerhati bahasa,dan pelaku jurnalis tentunya prihatin akan fenomena degradasi fungsi media komunikasi,terutama media internet.
Mari bersama turut menjaga karakter mental manusia Indonesia. Salam majalahsehat. :-)
Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts
Friday, July 31, 2009
Teroris Berbagi Informasi Melalui Komunikasi Via Internet
Kecanggihan jaman,dimanfaatkan pula oleh jaringan teroris. Mencari berita teranyar hingga berkomunikasi menggunakan sandi atau kode rahasia.
Melalui kecepatan data dan sulitnya pelacakan,merupakan komunikasi ampuh selain telepon. Dengan menggunakan fasilitas pengguna yang terdaftar,komunitas ini akan aman apabila non member mencoba mempelajari situs yang mereka gunakan. Sandi atau kode rahasia digunakan dalam merencanakan strategi,bertegur sapa hingga merekrut pelaku bom bunuh diri. Sungguh naas dan ironis jika komunikasi dipergunakan untuk hal negatif semacam itu.
Bentuk kontak sosial yang semestinya mampu dipergunakan berbagi cerita,sebaliknya teroris menggunakannya untuk berbagi faham penghancuran bangsa sekaligus manusia tidak bersalah. Memang tiada penyesalan tanpa kesalahan perbuatan. Namun ternyata gurat sesal pun tak tampak. Dengan munculnya ungkapan yang diduga oleh teroris no. 1 itu,
Departemen Komunikasi sekaligus Kepolisian bertindak kooperatif dengan FBI/CIA hingga pihak Search Engine secepatnya mendapat informasi,sehingga kasus ditutup.
Semoga komunikasi melalui media penulisan ini,tidak disalahartikan oleh oknum tertentu. Salam majalahsehat, Hidup Sastra Indonesia ;-)
Melalui kecepatan data dan sulitnya pelacakan,merupakan komunikasi ampuh selain telepon. Dengan menggunakan fasilitas pengguna yang terdaftar,komunitas ini akan aman apabila non member mencoba mempelajari situs yang mereka gunakan. Sandi atau kode rahasia digunakan dalam merencanakan strategi,bertegur sapa hingga merekrut pelaku bom bunuh diri. Sungguh naas dan ironis jika komunikasi dipergunakan untuk hal negatif semacam itu.
Bentuk kontak sosial yang semestinya mampu dipergunakan berbagi cerita,sebaliknya teroris menggunakannya untuk berbagi faham penghancuran bangsa sekaligus manusia tidak bersalah. Memang tiada penyesalan tanpa kesalahan perbuatan. Namun ternyata gurat sesal pun tak tampak. Dengan munculnya ungkapan yang diduga oleh teroris no. 1 itu,
Departemen Komunikasi sekaligus Kepolisian bertindak kooperatif dengan FBI/CIA hingga pihak Search Engine secepatnya mendapat informasi,sehingga kasus ditutup.
Semoga komunikasi melalui media penulisan ini,tidak disalahartikan oleh oknum tertentu. Salam majalahsehat, Hidup Sastra Indonesia ;-)
Thursday, July 30, 2009
Kasus Pencemaran Nama Baik Karena Penyampaian Pendapat di Internet
Seperti yang telah kita ketahui bersama, kasus menyampaikan pendapat erat kaitannya dengan pencemaran nama baik. Kasus yang menimpa Prita Mulyasari dengan salah satu Rumah Sakit telah mengantarkan beliau mendekam dalam jeruji besi. Pada hakekatnya,dalam UUD Negara Indonesia pasal 28 disebutkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran secara lisan dan tulisan,namun adanya jaminan perlindungan hukum untuk menjaga nama baik termasuk polemik jika keduanya bertemu. Jika dipandang dari sisi hukum,kedua hal ini mempunyai kedudukan yang sepadan,namun perbedaannya adalah tingkat kebenaran dari pendapat yang notabene telah dialami. Bergulirnya waktu dan bukti dari kedua pihak mampu menunjukkan apakah hal tersebut benar atau salah. Sepertinya kita memperhatikan ucapan kita,karena jika disalah artikan,maka akan terjadi benturan kesalah pahaman,sebaiknya cara menyelesaikan tempuh upaya hukum, mengapa dapat saya katakan demikian? Karena kemungkinan pendapat kita mengandung esensi kebenaran, pendapat yang disertai bukti dikatakan fakta. Demikian pula jika pendapat tersebut mengalami kesalahan,sebaiknya ada proses hukum. Dengan adanya asas keadilan,maka setiap orang dapat menggunakan hak mereka sebagai individu,terutama dalam upaya perlindungan hukum. Hukum yang ditegakkan menjadi tonggak awal bagaimana sikap kita dalam bertutur kata hingga menyampaikan opini.
Jika ada rasa saling menghargai,permasalahan tersebut dapat ditempuh jalan damai.
Maka saling menghargai hak orang lain,yakin pendapat tersebut dapat dipertanggung jawabkan.
Mari kita ciptakan suasana kondusif,sehingga konflik dapat diminimalisir.
Patutnya berhati-hati karena internet merupakan media tercepat dalam menyampaikan curahan hati,jika modal keuangan kita kecil maka upaya hukum dalam mencari pengacara yang kita dapatkan pun terbatas.
Saya harap semoga hak perlindungan hukum dapat dinikmati semua kalangan,agar kejadian ini tidak terulang kembali :-).
Jika ada rasa saling menghargai,permasalahan tersebut dapat ditempuh jalan damai.
Maka saling menghargai hak orang lain,yakin pendapat tersebut dapat dipertanggung jawabkan.
Mari kita ciptakan suasana kondusif,sehingga konflik dapat diminimalisir.
Patutnya berhati-hati karena internet merupakan media tercepat dalam menyampaikan curahan hati,jika modal keuangan kita kecil maka upaya hukum dalam mencari pengacara yang kita dapatkan pun terbatas.
Saya harap semoga hak perlindungan hukum dapat dinikmati semua kalangan,agar kejadian ini tidak terulang kembali :-).
Contoh Bahasa "Gaul" Indonesia dan Penerapannya Dalam Dunia Maya
Dunia maya (yang saya maksud adalah jaringan internet) merupakan salah satu tipe berkomunikasi antar individu dengan lokasi berjauhan tanpa adanya kontak secara langsung dalam tempat yang bersamaan.
Dengan sambungan internet yang menggunakan jaringan tanpa kabel,cara tersebut menjadi gaya hidup masyarakat modern.
Pada dasarnya pengaruh globalisasi mempengaruhi berbagai bidang. Terutama teknologi dan komunikasi menjadikan dunia seolah tiada batas. Jadi adanya kontak mudah dilakukan walaupun lokasi berjauhan.
Demikian pula ada kaitannya dengan kebiasaan masyarakat yang menyalah-artikan makna.
Contoh Bahasa "gaul" Indonesia adalah penambahan karakter.
-Dong
Ini dapat ditemukan dalam kalimat "Tolong dong ambilkan bukunya."
Seharusnya dalam Bahasa Indonesia yang benar adalah "Tolong ambilkan buku itu."
-Sih
Dapat disampaikan contoh kalimat, "Kenapa sih kamu diam saja?"
Seharusnya adalah "Mengapa kamu diam?"
-Kok
-Eh
Dan beberapa karakter unik lainnya,tentu saja fasih dalam berbahasa sehari-hari,termasuk kegiatan "online" yang telah mendarah daging di berbagai kalangan. Walau dunia maya rentan terjadi penipuan dan menciptakan ulah usil tidak bertanggung jawab,hendaknya kita mampu menetralisir, dengan cara memberikan komentar positif dan sopan. Langkah pemerintah dan kepolisian dalam mengatasi kejahatan dunia maya,kepolisian bekerja untuk mencegah dan memberi solusi akan setiap masalah dalam internet. Membangun mental generasi muda,termasuk menggalakkan usaha melestarikan Bahasa Indonesia formal. Sesama pengguna media internet,mudah untuk saling menghormati walau sekedar berbagi cerita. Tidak jauh berbeda dengan saya,pengungkapan bahasa yang terkesan santai dapat mengundang interaksi pembaca. Menurut pengalaman saya,kosa kata bahasa "gaul" ini tetap berakar pada bahasa Indonesia yang baku. Gunakan sesuai tempatnya,bertanggung jawab atas konsekuensi makna kata. Salam sastra Indonesia!
Dengan sambungan internet yang menggunakan jaringan tanpa kabel,cara tersebut menjadi gaya hidup masyarakat modern.
Pada dasarnya pengaruh globalisasi mempengaruhi berbagai bidang. Terutama teknologi dan komunikasi menjadikan dunia seolah tiada batas. Jadi adanya kontak mudah dilakukan walaupun lokasi berjauhan.
Demikian pula ada kaitannya dengan kebiasaan masyarakat yang menyalah-artikan makna.
Contoh Bahasa "gaul" Indonesia adalah penambahan karakter.
-Dong
Ini dapat ditemukan dalam kalimat "Tolong dong ambilkan bukunya."
Seharusnya dalam Bahasa Indonesia yang benar adalah "Tolong ambilkan buku itu."
-Sih
Dapat disampaikan contoh kalimat, "Kenapa sih kamu diam saja?"
Seharusnya adalah "Mengapa kamu diam?"
-Kok
-Eh
Dan beberapa karakter unik lainnya,tentu saja fasih dalam berbahasa sehari-hari,termasuk kegiatan "online" yang telah mendarah daging di berbagai kalangan. Walau dunia maya rentan terjadi penipuan dan menciptakan ulah usil tidak bertanggung jawab,hendaknya kita mampu menetralisir, dengan cara memberikan komentar positif dan sopan. Langkah pemerintah dan kepolisian dalam mengatasi kejahatan dunia maya,kepolisian bekerja untuk mencegah dan memberi solusi akan setiap masalah dalam internet. Membangun mental generasi muda,termasuk menggalakkan usaha melestarikan Bahasa Indonesia formal. Sesama pengguna media internet,mudah untuk saling menghormati walau sekedar berbagi cerita. Tidak jauh berbeda dengan saya,pengungkapan bahasa yang terkesan santai dapat mengundang interaksi pembaca. Menurut pengalaman saya,kosa kata bahasa "gaul" ini tetap berakar pada bahasa Indonesia yang baku. Gunakan sesuai tempatnya,bertanggung jawab atas konsekuensi makna kata. Salam sastra Indonesia!
Subscribe to:
Posts (Atom)