Merdeka!!!
64 tahun Indonesia, begitu meriah perayaan yang terjadi, dengan berbagai bentuk kegiatan.
Dari lomba makan kerupuk, lomba sepeda hias yang notabene dilakukan oleh kedua adik saya. Lomba panjat pinang,hingga upacara bendera.
Begitu beraneka cara untuk menghargai bangsa. Dengan upacara bendera bawah laut yang diciptakan untuk rekor dunia,
Melalui proses persiapan 1 tahun oleh Angkatan Laut, tidak jauh berbeda dengan upacara di darat. Untuk berkomunikasi pula dari pembacaan teks,hingga penutupan upacara namun dengan tantangan tersendiri.
Dengan perencana awal anggota 1500 orang,telah bertambah menjadi 2818 orang. Diantaranya ada penyelam dari regu wartawan dan penyelam termuda yang berusia 9 tahun dan 10 tahun yang bernama Keysha dan Jason. Persiapan upacara disiapkan oleh Wakasal Laksdya TNI,termasuk audio menunjang agar seluruh peserta mendengar instruksi komandan dan lagu kebangsaan. Ini dilakukan di Pantai Malalayang,dan tanggal 16 Agustus 09 memecahkan rekor dunia menyelam di rangkaian acara Sail Bunaken. Rekor tersebut mengalahkan negara Prancis yang hanya memasukkan 980 orang penyelam.
Penjagaan yang ketat menjadi salah satu syarat penting,sebagai langkah awal martabat bangsa Indonesia menjadi lebih baik.
Rekor dunia pun tercipta untuk meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara bahari. Meriahnya perayaan di berbagai daerah,skala RT hingga Internasional membuktikan jiwa nasionalisme di hati masyarakat masih ada untuk mengingat perjuangan pahlawan. Semoga rakyat Indonesia merdeka,merdeka dari pengangguran,kelaparan,rasa takut,dan berbagai masalah sosial raib sehingga dapat mengisi kemerdekaan dengan baik. Dirgahayu RI!
Salam majalahsehat!
Showing posts with label Kemerdekaan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Kemerdekaan Indonesia. Show all posts
Monday, August 17, 2009
Friday, August 14, 2009
Lupa Dinyanyikan Lagu Indonesia Raya Pada Pidato Kenegaraan
Insiden terlewatkannya dinyanyikan lagu Indonesia Raya dalam agenda acara kenegaraan cukup mencengangkan.
Dimana hal tersebut dijadikan moment sepele,karena yang dijadikan fokus adalah pidato kenegaraan. Patutnya panitia pelaksana mengingat,bagaimana struktur acara kenegaraan dimana menyanyikan lagu merupakan cara mengingat nasionalisme. Agung Laksono pun meminta maaf karena insiden ini mengandung reaksi media massa. Mari jadikan hikmah bersama 64 tahun Indonesia agar hal tersebut tidak terjadi kembali...salam majalahsehat!
Dimana hal tersebut dijadikan moment sepele,karena yang dijadikan fokus adalah pidato kenegaraan. Patutnya panitia pelaksana mengingat,bagaimana struktur acara kenegaraan dimana menyanyikan lagu merupakan cara mengingat nasionalisme. Agung Laksono pun meminta maaf karena insiden ini mengandung reaksi media massa. Mari jadikan hikmah bersama 64 tahun Indonesia agar hal tersebut tidak terjadi kembali...salam majalahsehat!
Subscribe to:
Posts (Atom)