Showing posts with label Seksualitas. Show all posts
Showing posts with label Seksualitas. Show all posts

Saturday, August 01, 2009

Fenomena Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Ironis,jika mendengar kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Dimana ikatan perkawinan,yang dilandasi cinta kasih serta janji suci telah membawa dampak lain.
Seperti yang telah diberitakan di berbagai media,kasus terjadi akibat kesalahpahaman berujung kekerasan. Saya sebagai wanita,sungguh menyesali kejadian yang menimpa wanita-wanita di berbagai lapisan. Dari seorang puteri,artis,ibu rumah tangga bahkan pengantin baru.
Bagi saya perlu untuk mengerti permasalahan tanpa tindakan emosi. Tanpa wanita yang hebat,tidak mungkin seorang pria bertahan. Hormatilah wanita,karena wanita adalah ibu,istri,adik,kakak,sahabat dan pejuang bagi kita semua. Posisi mulia wanita,jika dia mengerti dirinya mulia. Berharga bagai intan berlian atau tidak berguna bagai batu kali adalah keputusan. Maka sebaiknya sebelum menikah mengerti calon kita,memahami dan berbagi kebaikan termasuk keburukan. Fisik,harta,dapat dilekang waktu. Namun kebahagiaan,saling memiliki,mengarungi hidup berdua adalah impian termasuk hal mustahil. Mengapa? Karena,kita tidak percaya yang terbaik sedang disiapkan. Maka ikhlaskan lah jika semua itu terjadi,itu konsekuensi keputusan kita untuk hidup berdua.
Kekerasan terjadi saat emosi kita tak tertahankan. Saat limpahan kemarahan tak dapat disampaikan dengan kata.
Secara fisik,pemukulan dapat berpengaruh ke dalam pengaruh psikologis. Maka dari itu mari bersama saling introspeksi,mengingat kenangan yang indah. Golongkan kesalahan dalam 5 tahapan.
Tahap 1 adalah sangat ringan,jika hanya salah ucap dan mencoba main mata(hanya untuk mencuci mata memandang lawan jenis yang lebih menarik tanpa ada hal lebih lanjut) hal ini dapat dimaafkan.
Tahap 2 dan 3 adalah tahap salah paham,bumbu perselingkuhan dalam tahap awal,hanya karena ada miss understanding. Dimaafkan untuk keselamatan perkawinan namun ada yang diperbaiki.
Tahap 4 dan 5 adalah kekerasan,dimana tidak dapat dimaafkan. Kekerasan terjadi bukan karena khilaf namun karena kesalahan dan tanpa rasa peduli.
Termasuk kekerasan seksual,termasuk gangguan jiwa karena melakukan perbuatan berdasar imajinasi dengan menyakiti orang lain. Jika mencintai dan menyayangi orang hendaknya perlakukan dengan lembut,karena saat status kita terpuruk yang memilih tetap bersama kita adalah pribadi yang baik. Hargailah yang sudah dilalui untuk menapaki masa depan. Lindungi wanita,beberapa kasus ini salah satu contoh dimana dominan pria dapat mengambil keputusan tanpa menimbang akibat.
Cinta yang suci hendaknya tanpa air mata dan rasa sakit. Namun jika itu perlu untuk memperbaiki,maka akuilah akan ada perubahan disertai tanggung jawab. Salam majalahsehat!:-)