Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, August 17, 2009

Cinta, Jiwa, dan Indonesia

Manakala mentari bersinar di ufuk timur
Cintaku akan dia merasuk kalbu
Entahlah mengapa kini tak layaknya dahulu
Karena masa berganti, wajahku pun syahdu

Mengertikah kau hidup tak semudah yang kau dapatkan?
Mengertikah kau kebebasan ini tak semudah yang kau dapatkan?
Cinta dan jiwa yang tlah ada, suatu ironi symfoni mengalun dalam harapan
Ya kali ini ku katakan, ku ingin isi kemerdekaan

Dunia terevolusi nyata
Namun telah mengubah makna
Setitik harap ingin terjaga
Jiwa ini Indonesia

Puisi ini untuk kemerdekaan Indonesia, setitik syair dan harap... Dirgahayu RI !
Salam majalahsehat!

Saturday, August 15, 2009

Apa Arti Sebuah Keikhlasan

Hidup berarus waktu
Menari lincah dan memburu
Bagai lara dan luka menyatu
Tak lupa riak gembira bertalu-talu

Hilang muncul bagai tercipta
Orang kata bak panggung sandiwara
Namun apakah yang menjala
Hanya tiap rasa terbuka disana

Menghela nafas tiap raja lara gembira mengumpan
Orang bijak selalu menyimpan
Satu petuah jangan abaikan
Ilmu terakbar,tersukar sepanjang masa, itulah KEIKHLASAN

Monday, August 03, 2009

Saksi Sangsi Alam Untuk Penyesalan

Sang waktu mulai gelisah saat kau mulai bersalah

Sang surya resah karna kamu tak kunjung berubah

Hingga dunia geram melihatmu
Dan aku tak jemu memaafkanmu

Aku sang makhluk pembawa bencana
Aku makhluk tak berguna
Tapi kau yang berencana

Hei,.kata alam semesta.
Dimana kamu kan temui garis tangan tak rata?
Mengertikah kau aku sang Pencipta?

Kau tak kuasa menerima
Tentunya kaulah sebab utama
Tapi aku tak sangka
Penyesalan katamu yang pertama

Sunday, August 02, 2009

Saat Cinta Melangkah

Cinta adalah aku yang melirik
Cinta adalah aku yang menunggu
Cinta adalah aku yang tersenyum
Cinta adalah aku yang tersipu malu

Esok hari cinta kembali melangkah,
Cinta mendapat balasannya
Cinta bersama mengarungi kehidupan
Cinta pun melangkah saling mengisi

Namun saat semuanya mengingkari
Cinta mulai menyadari siapakah dia

Cinta adalah saat air mata mengalir
Cinta adalah saat hati tersayat
Cinta adalah tidak menerima pengingkaran
Cinta adalah rasa berkorban

Pada akhirnya cinta menarik nafas
Karena ada sahabatnya sang waktu
Cinta mulai bisa mengerti

Bahwa cinta adalah keikhlasan...

Thursday, July 30, 2009

Penantian Takdirku

Kau labuhkan perahu di dermaga ini
Kereta kencana berlari menyusuri
Hingga angin laut menusuk jemari
Tetap saja dirimu tak sadari

Sadarkah kau Wahai penguasa istana,
HambaMu bertanya artì guratan melaju

Wahai penguasa tunjukkan di mana diri ini mengayuh

Wahai sang Raja segala Raja, apakah ini waktuku

Jika memang saat ini wahai Tuanku,

Penantian takdirku telah usai, diriku hanya untukMu.

Tangisan Batu Karang

Nestapa yang melanda
Merasa lemah tak terasa
Tangisan yang mendera remuk rejam
Tapi satupun tak kau hirau hingga temaram

Hingar bingar berbinar di pinggiran rumahku
Hoi! Tidakkah kau melihat aku menangis?
Mengapa kau rebut rumahku
Apa kan biarkanku, tergerus bahari?
Hilang termakan jiwa laparmu,satu pesan tangisku

Kembalikan rumahku....