Tak mampu disembunyikan bagaimana permasalahan sosial ini beredar di kalangan masyarakat.
Mudahnya berkomunikasi melalui internet yakni "chatting" atau "milis" menjadi bisnis prostitusi modern dan berkelas.
Menggunakan media website pun perdagangan wanita marak dijumpai. Foto pun dipasang hanya untuk dijadikan katalog perdagangan. Begitu marak situs prostitusi melalui internet,sehingga media komunikasi ini disalah artikan dan berdampak negatif bagi generasi muda Indonesia.
Tujuan terbentuknya website dan blog untuk berbagi berita,tulisan,dan personal dalam arti positif. Namun sungguh ironis, bahwa media ini turut pula membantu prostitusi online.
Walau ada pengawasan dan usaha preventif,berupa pemblokiran,tetap situs semacam ini bermunculan bak matì satu tumbuh seribu.
Menurut saya,situs seperti ini dapat dimaklumi. Hanya yang penting adalah moral dan karakter manusia,jika mampu mengendalikan dan mawas diri,situs prostitusi semacam ini hanya sekedar situs tanpa peminat. Namun peran serta berbagai pihak pun penting,jika menggunakan internet, hanya untuk kegiatan positif. Hargailah bangsa dan bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan negatif apapun bentuknya. Para pendahulu bangsa,pemerhati bahasa,dan pelaku jurnalis tentunya prihatin akan fenomena degradasi fungsi media komunikasi,terutama media internet.
Mari bersama turut menjaga karakter mental manusia Indonesia. Salam majalahsehat. :-)
No comments:
Post a Comment