Hidup berarus waktu
Menari lincah dan memburu
Bagai lara dan luka menyatu
Tak lupa riak gembira bertalu-talu
Hilang muncul bagai tercipta
Orang kata bak panggung sandiwara
Namun apakah yang menjala
Hanya tiap rasa terbuka disana
Menghela nafas tiap raja lara gembira mengumpan
Orang bijak selalu menyimpan
Satu petuah jangan abaikan
Ilmu terakbar,tersukar sepanjang masa, itulah KEIKHLASAN
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Saturday, August 15, 2009
Monday, August 03, 2009
Saksi Sangsi Alam Untuk Penyesalan
Sang waktu mulai gelisah saat kau mulai bersalah
Sang surya resah karna kamu tak kunjung berubah
Hingga dunia geram melihatmu
Dan aku tak jemu memaafkanmu
Aku sang makhluk pembawa bencana
Aku makhluk tak berguna
Tapi kau yang berencana
Hei,.kata alam semesta.
Dimana kamu kan temui garis tangan tak rata?
Mengertikah kau aku sang Pencipta?
Kau tak kuasa menerima
Tentunya kaulah sebab utama
Tapi aku tak sangka
Penyesalan katamu yang pertama
Sang surya resah karna kamu tak kunjung berubah
Hingga dunia geram melihatmu
Dan aku tak jemu memaafkanmu
Aku sang makhluk pembawa bencana
Aku makhluk tak berguna
Tapi kau yang berencana
Hei,.kata alam semesta.
Dimana kamu kan temui garis tangan tak rata?
Mengertikah kau aku sang Pencipta?
Kau tak kuasa menerima
Tentunya kaulah sebab utama
Tapi aku tak sangka
Penyesalan katamu yang pertama
Sunday, August 02, 2009
Bahasa Indonesia Bersaing Dengan Bahasa Daerah
Bhinneka Tunggal Ika
Dimana sebuah makna bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara budaya.
Begitu luas dan beranekaragam.
Namun ada pula dampak positif dengan fanatisme kedaerahan terutama bahasa daerah. Indonesia memiliki bahasa persatuan dimana berkomunikasi lebih mudah. Sayangnya begitu banyak penduduk dan saudara kita di berbagai pulau yang tidak mempunyai kesempatan belajar bahasa Indonesia. Dampak positifnya yakni mampu mempertahankan tradisi kedaerahan tanpa memikirkan dampak modernisasi.
Maka dari itu mari kita hargai dengan tetap menjaga tradisi serta memberi kesempatan pendidikan,sehingga komunikasi tidak menjadi masalah lagi.
Salam majalahsehat! Salam sastra Indonesia.
Dimana sebuah makna bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara budaya.
Begitu luas dan beranekaragam.
Namun ada pula dampak positif dengan fanatisme kedaerahan terutama bahasa daerah. Indonesia memiliki bahasa persatuan dimana berkomunikasi lebih mudah. Sayangnya begitu banyak penduduk dan saudara kita di berbagai pulau yang tidak mempunyai kesempatan belajar bahasa Indonesia. Dampak positifnya yakni mampu mempertahankan tradisi kedaerahan tanpa memikirkan dampak modernisasi.
Maka dari itu mari kita hargai dengan tetap menjaga tradisi serta memberi kesempatan pendidikan,sehingga komunikasi tidak menjadi masalah lagi.
Salam majalahsehat! Salam sastra Indonesia.
Hari Bahasa Baku
Seperti yang telah kita ketahui saat duduk di bangku sekolah,Bahasa Indonesia begitu beragam. Mulai dari sastra,pembagian struktur bahasa mulai kata dasar,kata serapan,tata penulisan surat,bentuk penulisan artikel,hingga berkembang ke dunia jurnalistik. Begitu pula bahasa baku yang formal,dimana penerapannya beralih ke bahasa non baku hingga menuju perkembangan bahasa gaul.
Saat ini yang saya bahas mengenai bahasa baku. Bagaimana bila menciptakan hari bahasa baku,dalam rangkaian bulan bahasa? Sepertinya unik dan mampu menjadi tonggak pembelajaran.
Menurut saya,bahasa itu terkadang sulit terkadang mudah asal kita memahami.
Bahasa baku merupakan bahasa yang sesuai dengan kaidah EYD dan aturan yang berlaku.
Sebagai pengalaman,saya mempunyai kakak kelas yang setiap harinya berbahasa baku. Karena ibunya adalah seorang guru Bahasa Indonesia,tidak pernah saya dengar kakak ini menggunakan bahasa santai seperti kami biasanya. Saya kagum,karena kehebatan beliau(penghargaan dari saya karena dedikasinya untuk bahasa baku). Jadi saya memiliki ide untuk mengadakan hari bahasa baku di sekolah atau universitas bahkan bagi kelompok sepermainan. Saya saat di sekolah melakukan hal ini bersama teman sekelas terutama ketika bertemu dengan kakak kelas. Bagaimana,ingin turut mencoba dan mempraktekkan?
Salam majalah sehat :-),Majulah sastra Indonesia!
Saat ini yang saya bahas mengenai bahasa baku. Bagaimana bila menciptakan hari bahasa baku,dalam rangkaian bulan bahasa? Sepertinya unik dan mampu menjadi tonggak pembelajaran.
Menurut saya,bahasa itu terkadang sulit terkadang mudah asal kita memahami.
Bahasa baku merupakan bahasa yang sesuai dengan kaidah EYD dan aturan yang berlaku.
Sebagai pengalaman,saya mempunyai kakak kelas yang setiap harinya berbahasa baku. Karena ibunya adalah seorang guru Bahasa Indonesia,tidak pernah saya dengar kakak ini menggunakan bahasa santai seperti kami biasanya. Saya kagum,karena kehebatan beliau(penghargaan dari saya karena dedikasinya untuk bahasa baku). Jadi saya memiliki ide untuk mengadakan hari bahasa baku di sekolah atau universitas bahkan bagi kelompok sepermainan. Saya saat di sekolah melakukan hal ini bersama teman sekelas terutama ketika bertemu dengan kakak kelas. Bagaimana,ingin turut mencoba dan mempraktekkan?
Salam majalah sehat :-),Majulah sastra Indonesia!
Saat Cinta Melangkah
Cinta adalah aku yang melirik
Cinta adalah aku yang menunggu
Cinta adalah aku yang tersenyum
Cinta adalah aku yang tersipu malu
Esok hari cinta kembali melangkah,
Cinta mendapat balasannya
Cinta bersama mengarungi kehidupan
Cinta pun melangkah saling mengisi
Namun saat semuanya mengingkari
Cinta mulai menyadari siapakah dia
Cinta adalah saat air mata mengalir
Cinta adalah saat hati tersayat
Cinta adalah tidak menerima pengingkaran
Cinta adalah rasa berkorban
Pada akhirnya cinta menarik nafas
Karena ada sahabatnya sang waktu
Cinta mulai bisa mengerti
Bahwa cinta adalah keikhlasan...
Cinta adalah aku yang menunggu
Cinta adalah aku yang tersenyum
Cinta adalah aku yang tersipu malu
Esok hari cinta kembali melangkah,
Cinta mendapat balasannya
Cinta bersama mengarungi kehidupan
Cinta pun melangkah saling mengisi
Namun saat semuanya mengingkari
Cinta mulai menyadari siapakah dia
Cinta adalah saat air mata mengalir
Cinta adalah saat hati tersayat
Cinta adalah tidak menerima pengingkaran
Cinta adalah rasa berkorban
Pada akhirnya cinta menarik nafas
Karena ada sahabatnya sang waktu
Cinta mulai bisa mengerti
Bahwa cinta adalah keikhlasan...
Friday, July 31, 2009
Komunikasi Internet Berkedok Prostitusi
Tak mampu disembunyikan bagaimana permasalahan sosial ini beredar di kalangan masyarakat.
Mudahnya berkomunikasi melalui internet yakni "chatting" atau "milis" menjadi bisnis prostitusi modern dan berkelas.
Menggunakan media website pun perdagangan wanita marak dijumpai. Foto pun dipasang hanya untuk dijadikan katalog perdagangan. Begitu marak situs prostitusi melalui internet,sehingga media komunikasi ini disalah artikan dan berdampak negatif bagi generasi muda Indonesia.
Tujuan terbentuknya website dan blog untuk berbagi berita,tulisan,dan personal dalam arti positif. Namun sungguh ironis, bahwa media ini turut pula membantu prostitusi online.
Walau ada pengawasan dan usaha preventif,berupa pemblokiran,tetap situs semacam ini bermunculan bak matì satu tumbuh seribu.
Menurut saya,situs seperti ini dapat dimaklumi. Hanya yang penting adalah moral dan karakter manusia,jika mampu mengendalikan dan mawas diri,situs prostitusi semacam ini hanya sekedar situs tanpa peminat. Namun peran serta berbagai pihak pun penting,jika menggunakan internet, hanya untuk kegiatan positif. Hargailah bangsa dan bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan negatif apapun bentuknya. Para pendahulu bangsa,pemerhati bahasa,dan pelaku jurnalis tentunya prihatin akan fenomena degradasi fungsi media komunikasi,terutama media internet.
Mari bersama turut menjaga karakter mental manusia Indonesia. Salam majalahsehat. :-)
Mudahnya berkomunikasi melalui internet yakni "chatting" atau "milis" menjadi bisnis prostitusi modern dan berkelas.
Menggunakan media website pun perdagangan wanita marak dijumpai. Foto pun dipasang hanya untuk dijadikan katalog perdagangan. Begitu marak situs prostitusi melalui internet,sehingga media komunikasi ini disalah artikan dan berdampak negatif bagi generasi muda Indonesia.
Tujuan terbentuknya website dan blog untuk berbagi berita,tulisan,dan personal dalam arti positif. Namun sungguh ironis, bahwa media ini turut pula membantu prostitusi online.
Walau ada pengawasan dan usaha preventif,berupa pemblokiran,tetap situs semacam ini bermunculan bak matì satu tumbuh seribu.
Menurut saya,situs seperti ini dapat dimaklumi. Hanya yang penting adalah moral dan karakter manusia,jika mampu mengendalikan dan mawas diri,situs prostitusi semacam ini hanya sekedar situs tanpa peminat. Namun peran serta berbagai pihak pun penting,jika menggunakan internet, hanya untuk kegiatan positif. Hargailah bangsa dan bahasa Indonesia yang digunakan untuk kegiatan negatif apapun bentuknya. Para pendahulu bangsa,pemerhati bahasa,dan pelaku jurnalis tentunya prihatin akan fenomena degradasi fungsi media komunikasi,terutama media internet.
Mari bersama turut menjaga karakter mental manusia Indonesia. Salam majalahsehat. :-)
Menggunakan Bahasa Non Formal Terasa Akrab
Berbahasa merupakan cara kita berkomunikasi. Namun bahasa yang baku,formal,sesuai EYD,yang dilafalkan secara baik dan benar terasa kaku dan sulit.
Diantara sahabat-sahabat yang telah saya tanyakan,mereka kurang menyukai berbahasa formal. Menurut mereka,berbahasa Indonesia yang diasimilasi dengan format sopan,ramah,ringan serta gaul menjadikan mereka luwes dan mudah membicarakan topik tertentu.
Benarkah demikian? Begitu pula melalui media penulìsan,penulìs akan menerbitkan tulìsan yang seolah ditanggapi untuk menarik minat pembaca. Akankah penggunaan bahasa non formal ini akan berkembang hingga menghapuskan kosa kata Bahasa Indonesia yang beragam?
Saya membaca kamus Bahasa Indonesia,dan sebagian kata-kata di kamus itu tidak saya mengerti,walau ada terjemahan arti kata tersebut. Saya menjadi bingung,karena untuk kosa kata Bahasa Indonesia pun memerlukan kamus,berbeda dengan bahasa Internasional dimana sebagian besar mempelajarinya.
Bukan maksud saya bersikap melecehkan,menganaktirikan atau apapun pembaca, ini murni perasaan pribadi saya. Maka dari itu saya belajar menahan diri,belajar menambah wawasan untuk menjadi yang terbaik utamanya bagi diri saya. Salam majalahsehat, Bangkitlah Sastra dan Bahasa Indonesia.
Diantara sahabat-sahabat yang telah saya tanyakan,mereka kurang menyukai berbahasa formal. Menurut mereka,berbahasa Indonesia yang diasimilasi dengan format sopan,ramah,ringan serta gaul menjadikan mereka luwes dan mudah membicarakan topik tertentu.
Benarkah demikian? Begitu pula melalui media penulìsan,penulìs akan menerbitkan tulìsan yang seolah ditanggapi untuk menarik minat pembaca. Akankah penggunaan bahasa non formal ini akan berkembang hingga menghapuskan kosa kata Bahasa Indonesia yang beragam?
Saya membaca kamus Bahasa Indonesia,dan sebagian kata-kata di kamus itu tidak saya mengerti,walau ada terjemahan arti kata tersebut. Saya menjadi bingung,karena untuk kosa kata Bahasa Indonesia pun memerlukan kamus,berbeda dengan bahasa Internasional dimana sebagian besar mempelajarinya.
Bukan maksud saya bersikap melecehkan,menganaktirikan atau apapun pembaca, ini murni perasaan pribadi saya. Maka dari itu saya belajar menahan diri,belajar menambah wawasan untuk menjadi yang terbaik utamanya bagi diri saya. Salam majalahsehat, Bangkitlah Sastra dan Bahasa Indonesia.
Thursday, July 30, 2009
Penantian Takdirku
Kau labuhkan perahu di dermaga ini
Kereta kencana berlari menyusuri
Hingga angin laut menusuk jemari
Tetap saja dirimu tak sadari
Sadarkah kau Wahai penguasa istana,
HambaMu bertanya artì guratan melaju
Wahai penguasa tunjukkan di mana diri ini mengayuh
Wahai sang Raja segala Raja, apakah ini waktuku
Jika memang saat ini wahai Tuanku,
Penantian takdirku telah usai, diriku hanya untukMu.
Kereta kencana berlari menyusuri
Hingga angin laut menusuk jemari
Tetap saja dirimu tak sadari
Sadarkah kau Wahai penguasa istana,
HambaMu bertanya artì guratan melaju
Wahai penguasa tunjukkan di mana diri ini mengayuh
Wahai sang Raja segala Raja, apakah ini waktuku
Jika memang saat ini wahai Tuanku,
Penantian takdirku telah usai, diriku hanya untukMu.
Eksistensi Makna Sumpah Pemuda Bagi Generasi Muda
Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya,keterikatan kita untuk bangsa ini sedikit menipis,ditandai dengan berkurangnya eksistensi makna sumpah pemuda di lingkungan saya. Dari beberapa teman yang saya tanyakan mengenai makna Sumpah Pemuda,sebagian dari mereka mengetahui sebagian kecil saja dan beberapa ada yang tidak hafal. Perlu adanya perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan dimana pelajaran sejarah bangsa dan kewarganegaraan ditingkatkan dan jadikan kedisiplinan menjadi pedoman diri. Sumpah pemuda dibacakan 28 Oktober 1928 di Djakarta. Dibacakan di Jalan Kramat Raya no. 106 Jakarta Pusat, saat ini menjadi Museum Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda diikrarkan ketika berlangsungnya Kongres Pemoeda di Waltervreden saat ini bernama Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Dengan berkumpulnya pemuda dari berbagai daerah di Indonesia untuk mempertahankan bangsa,hendaknya pemuda bangsa dapat menelaah lebih lanjut permasalahan bangsa,khususnya saat ini dimana bangsa ini sedang mengalami musibah. Dapat ditingkatkan dari lingkup terkecil yakni dari keluarga,agar mampu meminimalisir perselisihan,pada akhirnya mampu berperan di masyarakat hingga berdampak bagi bangsa dan negara. Menghargai kerukunan antar beragama,antar suku,antar ras,termasuk cara meningkatkan eksistensi antar pemuda. Bangga menjadi pemuda bangsa termasuk menjaga harga diri bangsa baik di negara ini,termasuk di dunia maya yang berkembang saat ini. Tak memungkiri perkembangan komunikasi pun patut diperhatikan,karena dengan etika berbahasa mampu menunjukkan karakter kita sebagai manusia Indonesia. Mempelajari bahasa yang baik dan benar artinya kita menghormati perjuangan pemuda untuk mengangkat martabat bangsa di masa lampau untuk meningkatkan fungsinya dalam jangka panjang. Teguhkan dalam hati bagaimana cara kita membangun bangsa di masa depan agar mampu bersaing di mata internasional,dengan tetap menjunjung tinggi sikap nasionalisme.
Mulailah dengan sikap saling menghargai,berbahasa yang baik,disiplin waktu,sayang dengan diri sendiri,rajin belajar,menghormati guru,dan tindakan kecil lainnya.
Bertumpah darah satu Tanah Air Indonesia
Berbangsa satu Bangsa Indonesia
Berbahasa satu bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Masihkah eksistensi ini bertahan? Mari kita bangun bersama untuk masa depan bangsa. Salam Sastra Indonesia,yang sehat, cerdas dan bertanggung jawab!
Mulailah dengan sikap saling menghargai,berbahasa yang baik,disiplin waktu,sayang dengan diri sendiri,rajin belajar,menghormati guru,dan tindakan kecil lainnya.
Bertumpah darah satu Tanah Air Indonesia
Berbangsa satu Bangsa Indonesia
Berbahasa satu bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Masihkah eksistensi ini bertahan? Mari kita bangun bersama untuk masa depan bangsa. Salam Sastra Indonesia,yang sehat, cerdas dan bertanggung jawab!
Berbahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar
Berbahasa yang baik dan benar adalah berbahasa sesuai dengan kaidah yang berlaku, efektif, dan sesuai tempatnya. Jika kita berkomunikasi,yang terpenting adalah mampu dimengerti oleh kedua belah pihak, syarat terjadinya komunikasi adalah adanya kontak.
Bahasa yang baik adalah bahasa yang sopan dan efektif (tidak mengulang atau berlebihan).
Memang sesama remaja seperti saya ini berkomunikasi formal dan memperhatikan EYD(Ejaan Yang Disempurnakan),disebut kurang modern.
Bagi saya,bahasa sebaiknya luwes tapi tidak mengubah makna dari kata dalam bahasa itu sendiri. Patutnya bahasa dipraktekkan sehari-hari,tidak hanya bahasa daerah,bahasa Indonesia hingga bahasa asing. Banyaknya kata serapan menjadikan kita memilih kata-kata untuk dikomunikasikan,menjadi faktor terciptanya bahasa praktis di kalangan masyarakat. Mari kita terus belajar,sering membaca agar ilmu yang kita dapatkan berguna,untuk diri kita hingga bagi Bangsa Indonesia.
Bahasa yang baik adalah bahasa yang sopan dan efektif (tidak mengulang atau berlebihan).
Memang sesama remaja seperti saya ini berkomunikasi formal dan memperhatikan EYD(Ejaan Yang Disempurnakan),disebut kurang modern.
Bagi saya,bahasa sebaiknya luwes tapi tidak mengubah makna dari kata dalam bahasa itu sendiri. Patutnya bahasa dipraktekkan sehari-hari,tidak hanya bahasa daerah,bahasa Indonesia hingga bahasa asing. Banyaknya kata serapan menjadikan kita memilih kata-kata untuk dikomunikasikan,menjadi faktor terciptanya bahasa praktis di kalangan masyarakat. Mari kita terus belajar,sering membaca agar ilmu yang kita dapatkan berguna,untuk diri kita hingga bagi Bangsa Indonesia.
Perkembangan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa "Gaul" Indonesia
Dilihat dari pengertiannya, bahasa "gaul" Indonesia artinya adalah penggunaan kata-kata dalam bahasa yang tidak resmi dan ekspresi yang bukan merupakan standar penuturan dialek atau bahasa.
Menurut perkembangannya,bahasa "gaul" diambil dari bahasa prokem khas Indonesia adalah bahasa rahasia yang dipergunakan oleh oknum preman,remaja hingga kepolisian untuk percakapan pribadi. Mengganti kata dengan lawan kata,mengubah fonem,mencari kata sepadan,memberi awalan,sisipan,akhiran,mengganti suku kata dan mengganti susunan huruf dalam kata tersebut. Berikut merupakan cara untuk menciptakan kata baru untuk bahasa "gaul" Indonesia.
Bahasa tersebut hanya ada dalam komunitas Indonesia,tidak ditemui di negara lainnya.
Bahasa ini berkembang sejak tahun 1980-an dan dikenal khalayak ramai semenjak Debby Sahertian menerbitkan Kamus Bahasa Gaul tahun 1999.
Rata-rata 20 tahun,bahasa Indonesia mengalami proses asimilasi dari bahasa verbal yang sifatnya formal menjadi non formal. Di kehidupan sehari-hari terasa janggal apabila kita menggunakan bahasa yang formal dan santun. Publikasi di media cetak maupun elektronik turut membantu melekatnya bahasa "gaul" Indonesia di kalangan masyarakat. Mari kita telaah bersama fenomena pemekaran bahasa ini, namun pendapat saya dalam berkomunikasi yang terpenting adalah saling memahami maksud percakapan tanpa menyinggung pihak lain.
Menurut perkembangannya,bahasa "gaul" diambil dari bahasa prokem khas Indonesia adalah bahasa rahasia yang dipergunakan oleh oknum preman,remaja hingga kepolisian untuk percakapan pribadi. Mengganti kata dengan lawan kata,mengubah fonem,mencari kata sepadan,memberi awalan,sisipan,akhiran,mengganti suku kata dan mengganti susunan huruf dalam kata tersebut. Berikut merupakan cara untuk menciptakan kata baru untuk bahasa "gaul" Indonesia.
Bahasa tersebut hanya ada dalam komunitas Indonesia,tidak ditemui di negara lainnya.
Bahasa ini berkembang sejak tahun 1980-an dan dikenal khalayak ramai semenjak Debby Sahertian menerbitkan Kamus Bahasa Gaul tahun 1999.
Rata-rata 20 tahun,bahasa Indonesia mengalami proses asimilasi dari bahasa verbal yang sifatnya formal menjadi non formal. Di kehidupan sehari-hari terasa janggal apabila kita menggunakan bahasa yang formal dan santun. Publikasi di media cetak maupun elektronik turut membantu melekatnya bahasa "gaul" Indonesia di kalangan masyarakat. Mari kita telaah bersama fenomena pemekaran bahasa ini, namun pendapat saya dalam berkomunikasi yang terpenting adalah saling memahami maksud percakapan tanpa menyinggung pihak lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)