Thursday, July 30, 2009

Bagaimana Komunikasi Mampu Menciptakan Terorisme

Komunikasi erat kaitannya dengan bahasa.
Bahasa Indonesia terutama,karena tindak pidana terorisme terjadi akibat masuknya paham terorisme di kalangan generasi muda.
Dengan menggunakan waktu 1-3 tahun untuk masa pencucian otak, bahwa tindakan terorisme dibenarkan untuk membela bangsa. Seperti yang diduga diungkapkan oleh Nurdin M Top dalam blog, dia bertanggung jawab atas tindakan peledakan di kedua hotel mewah tersebut. Bertindak selaku penjagal jiwa,kedok yang ada menjadi mudah untuk mengadu domba masyarakat. Dengan menggunakan bahasa Indonesia,bahasa persatuan termasuk cara melecehkan isi Sumpah Pemuda,dimana persatuan bahasa dijadikan alat untuk mencerai beraikan bangsa. Tindak komunikasi cukup fatal akibatnya dalam proses perekrutan peluru manusia yang siap diledakkan. Bagi generasi muda yang telah bergabung dalam paham Nurdin merasa orang-orang luar negeri sebagai teroris sesungguhnya. Maka mereka merasa bangga untuk membunuh secara masal. Seperti ilmu hipnotis,komunikasi verbal berpengaruh penting dalam proses terorisme. Kekuatan kata-kata yang disertai dengan kekuatan pikiran yang menggebu akan kesalah pahaman mereka, mereka tidak akan peduli apakah pengunjung luar negeri itu muslim. Segala tipu daya,berbicara dengan bukti-bukti menciptakan aura pahlawan kesiangan,pelaku bom bunuh diri demi menyelamatkan Indonesia. Mari kita jaga martabat bangsa,hindari provokasi orang-orang yang justru ingin menghancurkan Indonesia.
Indonesia sehat 2010,namun berbagai penyakit sosial masih menggerogoti. Kapan Indonesia sehat seutuhnya? Mari kita jawab,secepatnya!
Jagalah bahasa kita,budaya dan moralitas kita.
Ijinkan bangsa ini membangun kemerdekaannya.
Salam majalahsehat :-)

No comments:

Post a Comment